1 Paket Kebahagiaan dan Kesedihan

 
Kalau boleh memilih
mungkin saya mungkin memilih hidup ini untuk seneng terus, Gak ada sedih gak ada marah-marah, gak ada stress-stres.
Tapi jadi mikir juga gimana hidup ini bisa saya nikmati kalo isinya monoton
terus, wah pasti saya lebih bakal bosen lagi dan ujung-ujungnya malah sedih
stress dan lain-lain…

 
Beberapa hari ini
saya sedikit gampang marah, sebel-sebel juga, ya intinya saya sedikit tidak
stabil, masih bisa saya baca di blog ini bagaimana gembiranya saya ketika apa
yang saya dan istri perjuangkan selama ini akhirnya berhasil ya Pengurusan
pindah istri saya untuk mengikuti suami akhirnya dikabulkan oleh kantor pusat,
kemudian di susul saya di promosikan sebagai supervisor akuntansi di Cabang
Bulukumba yang juga di ikuti kenaikan peringkat yang intinya juga berpengaruh
terhadap penghasilan keluarga kami. Semua kebahagiaan ini rasanya datang
beruntun….

 
Tapi tepat sebelum
liburan 17 agustusan kemarin semua seakan sirna ketika kantor wilayah tempat
istri saya bekerja ngotot untuk mempertahankan istri saya dan menjelaskan akan
ada pembatalan SK pindah istri saya tersebut dan bla-bla lainnya yang gak bisa
saya tangkap lagi dengan jernih karena pikiran saya langsung kacau dan blank,
dunia seperti gelap rencana saya buyar, Istri saya yang sedang hamil besar tak
berhenti-berhenti menangis dan langsung mengurus cuti melahirkan 3 bulan. Saya
sendiri seperti tidak percaya jadinya semangat kerja juga menurun gampang emosi
jadi sempet stres juga

Ya tidak ada
kehidupan yang tidak di warnai kesedihan, saya pernah baca tulisannya Kahlil
Gibran

Kesenangan adalah
kesedihan yang terbuka Kedoknya, Tawa dan air mata datang dari sumber yang
sama. Lebih dari itu semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa,
maka semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan”

 
Jadi memang
kebahagiaan dan kesedihan adalah dua sejoli yang sepasang, kita tidak bisa
memilih salah satu tetapi mereka merupakan satu paket, ada kebahagiaan karena
ada kesedihan, dualisme yang saling mengisi dan melengkapi dan kami menerimanya
bener-bener satu paket sekaligus.

 
Saya percaya di
balik ini semua ada suatu hikmah besar yang bisa saya dan istri saya ambil, aneka
warna hidup yang barusan kami alami ini semoga bisa menjadi tangga bagi kami
untuk menjadi lebih dewasa dan lebih arif bijaksana menghadapi segala
sesuatunya,. untuk menghadapi masalah sebesar apapun termasuk untuk menjadi
orang tua dalam membesarkan dedek putra kami nanti.

 
Hari-hari terakhir kami
lebih konsentrasikan untuk kelahiran dedek putra pertama kami selain untuk
melupakan sejenak soal SK pindah tadi, dan sambil terus berusaha untuk terus
mengurus kepindahan istri atau saya yang pindah mengikuti istri yang penting
kami bisa bersama-sama membesarkan dedek putra kami. Saya percaya episode cerita
urus-urus pindah ini belum selesai dan saya yakin Allah akan memudahkan kami.
Amin

Baca Cerita yg lain disini

One Response to “1 Paket Kebahagiaan dan Kesedihan”

  1. ImmaGuruh Says:

    ini temennya fenti…pengen comment setelah baca blog yang ini…..

    pernah aku bilang ke fenti, fent..Tuhan tu menjawab doa manusia dengan 3 cara :
    Dia bilang ya kemudian diberilah apa yang kita minta, Dia bilang tidak dan kita diberi sesuatu yang lain yang ternyata lebih amazing, atau Dia bilang, iya tapi tunggu dulu..just wait for the right time…
    semuanya adalah jawaban..dan ketika kita minta artinya kita tahu bahwa ada 3 kemungkinan jawaban disana
    halah aku ngomong opo lho…bayinya lucu, semoga jadi anak sholeh dan berbakti (just like his aunt….)

Leave a Reply