Archive for June, 2006

Dalam Setiap Kesulitan Selalu ada Kemudahan

Tuesday, June 27th, 2006

Dalam Setiap Kesulitan Selalu ada Kemudahan (Alam Nasyrah 5 dan 6)

Segala sesuatu berjalan tidak semestinya.

Hujan deras seharian gak berenti dari kemarin, hari itu tangal 20 Juni aku begitu tegang melihat langit dengan curahan hujan yang deras dan tidak pernah berhenti ditambah mendung gelap sekali. Di pesawat radio di ruang distribusi terdengar dari Ranting Sinjai bagaimana parahnya bajir di Sinjai mulai dari tiang hilang hanyut kebawa air sape banyaknya SR (sambungan rumah) yang ikut hanyut terbawa air. Temen-temen dari pemeliharaan dan Operasi Distribusi Cabang yang dikirim untuk membantu temen-temen Ranting Sinjai untuk mengatasi gangguan akibat banjir pada kembali mereka tidak menemukan jalan untuk mencapai Kota sinjai karena semua akses ke kota sinjai terputus. Di pesawat terdengar ranting Bantaeng juga melaporkan kondisi serupa, dan parahnya jembatan di bantaeng terputus…. akses bulukumba ke makassar putus, pikirankku tambah gak karuan sekarang.

Aku kembali ke ruang akuntansi sambil berfikir bagaimana aku bisa pulang….

Tanggal 22 Juni adalah hari Ulang Tahun Istriku dan aku sudah janji untuk bisa didekat istriku pas istriku ulang Tahun, tiket memang belum aku bayar tapi dah jadi tinggal di ambil di bandara pesawatku tgl 21 Juni jam 4 sore. Pikiran tambah gak karuan ngeliat hujan belum berhenti…

Aku liat jam 4 sore hujan sedikit reda, aku Cuma bisa berpikir bagai mana besok aku putusin untuk pulang dulu kerumah…. semalaman aku tidak bisa tidur cuma berfikir bagaimanapun aku harus ke Makassar sebelum lanjut ke Surabaya.

Alarm HP ku bunyi kenceng bgt, dah jam 5 lewat 10 aku ambil air wudhu dan sholat subuh, aku putusin untuk nekat ke makassar pagi ini. Aku Cuma berpikir apa ada mobil yg mau berangkat ke Makassar kalo kondisi seperti ini aku masih inget sore kemarin waktu hujan deres2nya tidak ada satu pun mobil plat kuning yang lewat, aku liat langit masih gelap bgt gerimis masih turun. Aku putusin untuk mandi dan segera berangkat ke Makassar. Tidak lupa aku SMS Taufik (Makasih banyak Ces..) minta di antar ke pangkalan Mobil ke Makassar.

Hari itu aku Cuma berdoa…

Ya Allah Mudahkanlah Hamba  untuk bisa ketemu istri hamba, Melihat Janin di perut Istri hamba”

Taufik datang dan aku langsung di Anter ke Pangkalan Mobil di perjalanan taufik cerita banyaknya korban yang di beritakan meningga dunia, tapi pangkalan Kosong tidak ada satu pun mobil yang mau ke Makassar.

Tidak begitu lama ada satu mobil dateng dengan hanya dengan satu penumpang, tanpa pikir panjang aku langsung naik, diatas mobil sopir cerita bagaimana dasyatnya banjir bandang semalam dia malas sebenarnya harus ke makassar kembali tapi dia harus bawa pulang mobilnya ke Makassar. (alhamdulilah ada juga yang ngangkut aku ke makassar)

Di Sepanjang perjalanan bekas Banjir masih Nampak jelas mulai sawah yang kerendem air, bangunan roboh, pagar2 rumah yang roboh, jalanan yang penuh lumpur sampai jembatan yang tidak bisa di lewati karena terseret air sebagian pondasinya di bantaeng, kami harus berputar lumayan jauh untuk mencari jembataan alternatif, akhirnya bisa juga ketemu jembatan yang sangat kecil hanya satu mobil yang bisa lewat itu juga harus satu2 yang bisa melewatinya.

Sepanjang Perjalanan aku hanya bisa Istighfar, dan baca Salawat Nabi. Melihat banyaknya kerusakan akibat Banjir ini menyadarkanku betapa kecilnya diri ini.

Sepanjang Perjalanan banyak SMS dan telp dari keluargaku dan teman-teman menanyakan khabar, nampaknya berita banjir dah menyebar, TV juga sudah menyiarkan liputannya.

Jam setengah sepuluh pagi aku sampe makassar lega rasanya, aku sempetin ambil ATM untuk bayar tiket nanti. Aku sempetin jg mampir untuk sarapan, dan mampir kerumah ibu Puji di Makassar ( Orang tua ku di Makassar) gak terasa aku ketiduran ampe jam satu-an siang. akhirnya aku naik taxi ke bandara, alhamdulilah semua lancar sampai aku bisa ketemu istriku di surabaya.

Di surabaya Aku baru melihat kembali berita di TV betapa Luar Biasanya Banjir bandang di Sinjai-Bulukumba-Bantaeng yang menewaskan ratusan Jiwa dan harta benda yang tidak terhitung, sekali lagi aku bersyukur bisa selamat dan masih diberi kesempatan untuk bisa berkumpul ama keluargaku di surabaya.

Kadang Allah memang mengirimkan sedikit ujian buat kita agar kita mengingat-Nya, karena Nikmat yang telah Dia berikan kepada kita tidak bisa membuat kita untuk mengingat-Nya, kadang kita hanya melihat betapa beratnya ujian ini tetapi tidak perna berpikir seberapa besar nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita.

Allah sudah menunjukkan di kondisi yang sulit pun aku masih di beri kemudahan oleh Nya untuk bisa bertemu dengan istri dan keluargaku di Surabaya, Rumah kos dan kantorku pundi Bulukumba bisa selamat dan  luput dari Banjir…….

Buat temen-temenku yang udah sms, nge-email, dan telp makasih banyak untuk perhatiannya. Tri gpp dah di Bulukumba lagi dan bekerja kembali.

Semoga musibah ini cepet berlalu……

TLA

               

Seikat Cinta Untuk Istriku….

Monday, June 19th, 2006

Images

Malam ini mas pingin nangis dik yang gak mungkin mas bagi sama sayangku karena mas yakin adik juga dah terlalu sering menahan tangis. Sebagai suami, mas merasa belum mampu membahagiakan sayangku mas tidak pernah berada disamping sayangku, mas belum bisa memberikan apa yang adik inginkan dan masih banyak yang lain yang belum sanggub mas wujudkan untuk adik.

Dik moga gak lama kita terpisah seperti ini… kita mesti banyak berdoa biar bisa didekatkan ya sayang. moga harapan kita berdua buat membesarkan berdua buah hati kita bersama-sama bisa terkabul ya sayang sebelum sayangku melahirkan kita sudah bersama-sama …amin.

Dik Semakin hari berganti semakin pula mas ngerasain betapa berharganya diri adik buat mas dik, dimata mas, adik bukan cuma cantik tapi jauh dari itu dik, adik juga tegar. Adik mampu jadi penyeimbang buat mas, mas bukan orang yang setegar yang mas kira kadang bimbang dan keraguan juga masih sering hinggap di mas, tapi adik selalu berasil mentralisir semuanya. Adik selalu bisa jadi semangat baru buat mas untuk selalu  semangat nelewati beratnya hidup ini.. Mas masih inget adik selalu bilang rejeki masing-masing ketika mas bimbang tentang kerjaan…apalagi ngeliat gaji temen2 mas…

Sayangku selalu bisa mengembalikan keceriaan di balik kecapekan dan kepenatan kerja mas, dibalik kesedihan dan kegundahan hati mas.

Dik, mas mungkin orang yang gak bisa menerjemahkan cinta mas yang besar buat adik, Mas masih sering ketiduran ketika adik butuh ditemani walau hanya lewat sms, mas masih juga sering ketiduran atau lupa walau sudah janji mau telp. Mas kadang masih lebih seneng meliat tv di banding meliat sayangku waktu bercerita, Sayangku maafin mas ya…. mas bangga punya sayangku maafin mas sayang…..ijinin mas untuk selalu belajar menjadi orang yang seperti adik harapkan.

Bulan ini bulan Juni tepat tanggal 22 nanti istriku tersayang ultah yang ke 26… pas ultah adik ini mas usahaain untuk bisa berada pas dideket sygku, tapi dik doa dan ridha mas selalu bersama adik. Moga dengan bertambahnya usia, istriku jadi tambah dewasa dan tambah sayang terus ama suami dan keluarga. Tambah rajin ibadahnya, dimudahkan karir dan rejeki. Dan yang pasti semoga kita bisa cepet kumpul ya syg deket untuk bisa menjadi keluarga yang utuh sakinah, mawadah dan warrahma. Amin….Amin…

Selamat  Ulang Tahun sayangku….

Bulukumba 200606

Yang selalu dan selamanya mencintamu

Suamimu….(TLA)

BULUKUMBA di iringi tanda tanya…

Sunday, June 18th, 2006

Sebagai perantau kita selalu dituntut untuk jadi orang yang tegar, termasuk tegar menjawab pertanyaan dimana kita sekarang merantau…
Pertanyaan “dimana itu Bulukumba Tri?" Dah kerap bahkan setiap temen Tri selalu bertanya "di mana itu Bulukumba?" Bahkan ada yang bertanya "apakah benderanya merah putih juga?", atau kadang ada pertanyaan iseng macam “apanya bulu ketek”? hehe…ya jawaban senyum kadang hanya itu yang bisa saya berikan (walo kepaksa)

Bulukumba…begituh jauhnya kah sampe hampir semua temen Tri bertanya dimana itu? Atau memang bulukumba ini nyaris tidak terdengar?
Memang Tri sendiri juga baru kenal bulukumba gara-gara dikenalin ama perusahaan dimana saya bekerja, saya terima SK pengangkatan pegawai dan ditempatkan langsung di Bulukumba.

Pagi-pagi saya iseng-iseng search di Mbah Google ( hehe sory mas Nam pinjem istilahnya sampeyan). Saya ketik “bulukumba” dan saya dapat satu lingk yang lumayan sedikit informative punya pemda bulukumba dan update juga beritanya www.bulukumba.go.id Diweb tersebut banyak juga dijelaskan mengenai Bulukumba sendiri dari sejarah, letak geografis dan potensi-potensinya…

Bulukumba sendiri kalo menurut saya kota yang lumayan tenang ( Baca sepi …:D) dia berada sekitar 155an Kilo meter sebelah tenggara dari Makassar, Bulukumba termasuk salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan.
Untuk mencapai Bulukumba sendiri dari Makassar, bisa kita tempuh melalui perjalanan darat kalo angkutan umum bisa kita tempuh pake kijang atau panther dari terminal Malengkeri di Makassar, kalo beruntung kita bisa langsung berangkat ke Bulukumba, tapi kalo lagi sial ya sabar aja bisa-bisa kita mesti sabar menunggu di terminal Malengkeri ampe 3 jaman bahkan lebih untuk bisa ke Bulukumba, maklum kadang kala Kijang atau panther ini menunggu penuh penumpang baru berangkat, parahnya lagi tidak ada sistem antrian di terminal ini semua bebas mencari penumpang jadi wajar kalo minta ampun lamanya kita menunggu….
Didalam mobil kijang atau panther sendiri diisi sangat padat ada 10 penumpang dan 1 sopir di dalam mobil, belum lagi ada yang bawa anaknya dipangku atau gendong babynya, yang ngerokok dan yang mabuk di perjalanan, makin kerasa jauh sekali bulukumba.
Iya kalo ke Bulukumba, biasanya sopir2 di terminal Malengkeri nyebutnya “naik” jadi siap2 aja kalo bakal ditanya ama sopir atau calo2 angkutan "mau.. Naik pak?" "Diatas dimana?" Kalo orang awam biasa nya bingung (including me) kenapa di sebut “naik”?
Seteleh tanya2 Tri baru tahu kenapa di sebut naik…karena katanya dataran di Bulukumba ini lebih tinggi di bandingkan ama Makassar (walo menurutku gak beda jauh tahu juga deh gak pernah ngukur..:D…kalo ada yang sempet ngukur ketinggian makassar ama bulukumba tolong deh Tri kasih info)
Perjalanan ke Bulukumba sendiri biasa normal ditempuh 3,5 jam-an
Kita akan melewati 4 kabupaten sebelum sampe ke Bulukumba, selepas dari kota Makassar kita akan masuk ke Kabupaten Gowa kabupaten yang lumayan rame karena sebagai kota penunjang Makassar, kemudian kita akan memasuki Kabupaten Takalar di kabupaten ini suasana sepi sudah mulai terasa… , selepas kabupaten Takalar kita akan masuk di Kabupaten Jeneponto, kabupaten penghasil Garam di Sulsel ( dah kebayang panasnya ..) kabupaten Jeneponto ini sangat gersang dan panas kita bisa liat hamparan tanah kering sepanjang mata kita…., daerah yang panas menjadikan daerah ini sangat tidak menarik dilewati, kabupaten ini sangat panjang hampir saparuh perjalanan ke Bulukumba kita habiskan di Jeneponto ini. Kemudian selepas Jeneponto kita memasuki Kabupaten Bantaeng suasana berbeda sekali bakal kita rasakan daerah yang subur dan hijau, pantai disebelah kanan perjalanan dan gunung di sebelah kiri kita menjadikan Bantaeng sedikit menarik untuk di lalui, Hamparan Pantai dari laut Flores akan kita nikmati sampai kita memasuki Kabupaten Bulukumba.

Selepas Bantaeng kita bakal masuk Ke Kabupaten Bulukumba disini kita dah langsung di sambut oleh tugu…apa ya namanya ?tahu deh semacam bangunangitu-gitu deh pokoknya yang jelasin kalo Bulukumba sudah menerapkan Perda Syariat Islam, suasana sepi tidak jauh berbeda dari kabupaten-kabupaten sebelumnya. Kalo kita bilang ke pak sopir Kijang atau sopir panther dimana kita mau turun pasti di antar…turun di depan rumah dan tinggal membayar 35 ribu ( harga yang muahall sekali untuk ketidak nyamanan yang kita rasakan…)
Ada yang istimewa di Bulukumba ini yaitu sepinya ….wekekeke…
Di Bulukumba ini Lampu merah Cuma satu Tri ulangin lagi ya Lampu merah Cuma satu ( untuk lebih meyakinkan :D) kadang kita berhenti karena lampu merah menyala untuk memberi kesempatan buat yang menyebarang tapi ampe hijau lagi kadang gak ada yang lewat……nungguin si komo lewat kali ya..
Kalo Tri pikir Lampu merah ini terasa sekali di paksakan mungkin untuk sedikit memberi hiburan bagi perantau macam saya ini ketika ditanya ada lampu merah gak di bulukumba??? Kan Tri bisa sedikit bangga jawabnya …walau Cuma satu (mungkin lampu merah ini bisa di jadikan tolak ukur atau standar baru keramaian sebuah kota ya…hemmm kayaknya bisa juga?)

Soal makan ya namanya kota kecil penjualnya juga belum banyak, yang di jual juga kurang Variasi, setahuku untuk warung padang Cuma ada 2 disini itu juga yang dijual Cuma Rendang ama ayam goreng (ehmm jadi lapar…)

Udah ah dah terlalu banyak yang saya ceritain disini mending langsung aja deh dateng biar gak penasaran…

Moga aja Bulukumba bukan kota terakhir yang bisa Tri ceritain, Tri masih berharap bisa di kenalin lagi ama perusahaan dimana Tri Bekerja ini kota-kota yang lain (kalo bisa sesegera mungkin :D) ya macam kota Surabaya kek kan asyik nanti ceritanya…amin…amin…

Ok, kapan-kapan dilanjutin lagi ceritanya, moga Tri dah bisa cerita tentang kota yang lain….:D

TLA
Lagi males neh maklum baru pulang dari makassar…

Bunga Cinta Kami….

Thursday, June 8th, 2006

Bulukumba menjelang tengah malam….

Kenapa malam ini rasanya susah sekali mataku terpejam ya…. Aku tarik nafas dalam-dalam… beberapa kali, ada sedikit kesedihan malam ini… Tadi siang aku puasa senin kamis jadi malamnya seperti biasa agak lemes-lemes dikit. Dari pada bosen aku buka laptop, seharian tadi di kantor lumayan disibukan dengan banyak pekerjaan. Apalagi bos mau lokakarya ke semarang…jadi laporan sedikit di pacu juga penyelesaiannya..

Di laptop sengaja aku cuma pingin liat foto-foto kiriman istriku.. ada beberapa foto yg dikirim oleh istriku tercinta beberapa hari terakhir lewat yahoo messenger.. kemarin sengaja sebelum ke istriku aku beli camera digital Olympus 5 mega pixel dan aku tinggal buat istriku sambil minta agar istriku rutin mengirimkan foto.

Tidak terasa dah hampir 6 bulan usia kandungan istriku, bunga cinta kami dah kelihatan besar di perut istriku…. Masih inget rasanya tanggal 27 mei kemarin kami ke dokter dan dokter bilang kandungan istriku sehat dan dilayar USG aku lihat bunga cinta kami bergerak-gerak lucu dan dokter menerangkan bagian-bagian tubuhnya…beratnya janin dan semuanya… Alhamdulilah bunga cinta kami sehat…betapa besar karunia-Mu ya Allah.

Tadi istriku sms cerita kalo bunga cinta kami dah mulai kerasa gerak dan nendang-nendang perut istriku..gak terasa mataku berkaca-kaca…, mengingat kami berjauhan dan istriku menjalani kehamilan ini sendirian jauh dari suami, kami di persatukan dan dipisahkan oleh perusahaan dimana kami bekerja. Selama 10 bulan kami menikah dan sekarang 6 bulan usia kandungan istriku mungkin aku cuma menemani bunga cinta kami hanya dalam hitungan beberapa hari…selebihnya istriku jalani semua sendirian tanpa suami di sampingnya. Aku bersyukur bunga cinta kami memiliki ibu seperti istriku walau dia jauh dari aku ayahnya bunga cinta kami akan tetap selalu memperoleh kasih sayang yang cukup dari bundanya yang selalu menjaga kedekatannya dengan Allah… yang akan selalu mengenalkannya Allah sebagai Rabb-nya dan Muhammad sebagai Rasul dan Tauladannya

Aku inget istriku yang selalu mengingatkan “ mas jangan lupa banyak-banyak ibadah ya mas…., jangan lupa ngaji kalo bisa baca surat mariam atau surat yusuf mas buat dedek…” Ya semuanya untuk bunga cinta kami itulah yang sekarang mampu menambah semangat hidupku ibaratnya seperti batere yang selalu di charge penuh terus untuk melawati segala liku-liku hidup ini.

Ya Allah begitu dekat waktu itu terasa, waktu dimana anak hamba akan lahir dibawah rahmat-Mu, ya Allah ampunilah kesalahan hamba jangan sampai kesalahan hamba akan mengalir ke anak hamba dan merusak segala keindahan yang Engkau berikan.

Ya Allah bila saatnya nanti tiba. mudahkanlah persalinan istri hamba karena Engkau begitu mudah menjadikan segala sesuatunya menjadi mudah…Anak dan istri hamba selamat, anak hamba lahir selamat, sehat dan sempurna… Ya Allah Jadikan anak kami penerang kehidupan kami, pengingat segala kesalahan dan bila kami akan berbuat salah lagi. Limpahkanlah segala karunia-Mu di dalam jiwa dan raga anak kami agar ia menjadi anak yang banyak memberikan manfaat bagi agama, bangsa dan keluarganya.

Ya Allah limpahkanlah kepada kami seluruh hidayah-Mu, Rahmat-Mu, pertolongan-Mu serta segala Maghfirah-Mu. Untuk orang tua kami, saudara-sauadara kami, dan seluruh keluarga kami.

Amin ….

Buat Istriku dan bunga cintaku mas sayang banget sama kalian

TLA

Kesuksesan

Monday, June 5th, 2006

Beberapa hari yang lalu Tri denger khabar gembira dari salah satu temen tri kalo dia mau kerja di Belgia untuk ngembangin karirnya dia juga sempet sms cerita tanggal berapa dia akan berangkat, denger khabar gini Tri gembira tapi jadi sedih juga kalo bercermin ke mereka temen-temen Tri….ada temen Tri yang dah lulus S2, ada yang karirnya cepet banget… Sebagai temen tri merasa gembira melihat temen-temen berhasil, tapi kadang perasaan sedih juga masih sering mampir. kenapa saya masih seperti ini belum ada perubahan…. Tri masih belum beranjak dari posisi awal Tri kerja, belum punya apa-apa….,karir dan semua masih jauh dari mereka intinya Tri ngerasa mereka jauh lebih sukses dari Tri…. Tadi pagi Tri browsing dan gak sengaja baca artikel di era muslim, Tri baru sadar disitu dijelasin standar kesuksesan, dimana kita sering membanding-bandingin diri kita dengan rekan-rekan seangkatan, baik seangkatan kuliah, rekan seangkatan waktu masuk kerja. Kita jadi mengkur posisi kita sedang dimana, diatas, sejajar atau dibawah. Perasaan yang timbul kalo gak jadi sombong ya jadi merasa rendah dan gagal, dua-duanya jelas bukan yang hal yang baik. Ketika kita merasa diri kita “berada di atas” sifat sombong yang akan muncul dan ini membuat kita jadi tidak termotovasi untuk maju. Sedang bila kita melihat diri kita “berada di bawah” sifat rendah diri yang muncul (dan ini paling sering Tri alami)

Kalo istri tercinta saya bilang “rejeki dah ada yang ngatur mas, yang sabar lah mas” iya kita mestinya kembalikan aja semuanya. Ukur standar kesuksesan kita sesuai dengan kemampuan kita, tanya baik-baik pada diri kita apa sebenarnya arti kesuksesan bagi kita? Lihat juga masa lalu kita dan yang kita dapat sekarang… Tri yakin semua orang punya standar kesuksesan yang berbeda-beda…dan memliki target yang ingin dicapai berbeda-beda pula..

Rasulullah bersabda, barangsiapa yang hari ini lebih baik dibandingkan yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang sukses. Barangsiapa yang hari ini sama seperti yang terdahulu, maka dia termasuk orang yang tertipu. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang merugi di hadapan Allah SWT.

Dan Tri sekarang cuma ingin masuk menjadi orang-orang yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin…

Bulukumba, 060606

Yang lagi kangen berat sama istri…..

TLA

1st

Friday, June 2nd, 2006

1st…

bingung juga mau nulis apa, tapi dah terlanjur punya blogs kalo gak di tulisin koq sayang-sayang juga.

judulnya 1st ya, karena baru pertama saya coba nulis disini. walo bingung juga nulis apa yang pasti ini bukan yang terakhir koq..

tri bakal coba belajar nulis2 lagi mencoba ngungkapin apa aja uneg2 pikiran dll disini…

dari selatan pulau sulawesi di iringi gerimis

TLA